28 Oct 2014

Langkah Kita




Assalamu alaikum wr. wb.
Halo guys, saya mau tanya tentang cita-cita kalian. “APA CITA-CTA KALIAN?” Maka saya yakin jawabannya kan berbeda-beda. Ada yang ingin menjadi guru, dokter, pilot, insinyur dan lan-lainnya. Tapi jika saya tanya” BAGAIMANA CARANYA KALIAN MERAIH CITA-CITA KALIAN?” Jawabannya pasti satu yaitu belajar dengan tekun.
Namun fenomena sekarang ini, banyak sekali dari kita malas untuk belajar namun akhirnya tetap ingin meraih cita-cita dengan cara instan. Dan hanya satu yang dapat mewujudkan semua itu yaitu BIARKANLAH UANG YANG BERBICARA. Karena sekarang uanglah yang banyak berbicara bukan orangnya. Dan karena itu bangsa kitalah yang hancur.
Sekarang banyak sekali orang yang melakukan cara seperti di atas. Mereka tak peduli apakah itu dilarang atau diperbolehkan oleh agama. Yang penting mereka mendapatkan yang mereka inginkan. Na’udzuu billah min dalik.
Nama tren dari fenomena di atas adalah suap. Padahal suap saat dilarang oleh Rasulullah seperti dalam hadist :
لَعَنَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الرَّاشِيَ وَالْمُرْتَشِيَ وَالرَّائِشَ (رواه الحاكم)
"Rasulullah saw melaknat orang yang menyuap, orang yang menerima suap, dan orang yang menjadi pelantara keduanya.” (HR. al-Hakim/No.7068)
Sekarang, suap bukan hanya di lingkup politik, melainkan juga meluas ke bidang-bidang lain, seperti pendidikan. Sekarang banyak calon guru mau membayar lebih untuk menjadi seorang guru yang hanya bergaji Rp 3 juta. Sungguh miris keadaan sekarang. Mereka tidak mau berpikir rasional hanya untuk menjadi seorang guru saja.
Dalam kasus seperti ini janganlah langsung menyalahkan sepihak bahwa orang yang melakukan seperti diatas. Mungkin kita harus melihat kebelakang terlebih dahulu. Dan kemungkinan yang akan muncul adalah sistem penransferan ilmu yang kurang benar dan baik. Dan mungkin saja karena faktor lain. Dan sebagai generasi penerus bangsa kita  juga mempunyai kewajiban untuk memutuskan rantai-rantai tersebut. Marilah kita mengawali semuanya dari nol dan marilah kita gapai cita-cita kita yang sangat luhur ini untuk kepentingan anak cucu kita :D.
Marilah satukan langkah kita dan diawali dengan basmalah.
                Langkah kedua belajar dengan berikhtiar dan berdoa.
                Langkah ketiga menjadi contoh generasi yang akan memajukan.
                Langkah keempat memasrahkan semuanya kepada Allah SWT, semoga kerja keraas kita dan doa kita dikabulkan oleh-Nya. Amiin.
Bagaimana pendapat saudara..?

0 comments:

Post a Comment

AHMAD ZAINUL MUHTARAN. Powered by Blogger.

About

Blogger news