Keluarga (bahasa Sanskerta: "kulawarga"; "ras" dan "warga" yang berarti "anggota") adalah lingkungan yang terdapat beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah. Keluarga sebagai kelompok sosial terdiri dari sejumlah individu, memiliki hubungan antar individu, terdapat ikatan, kewajiban, tanggung jawab di antara individu tersebut.
Keluarga adalah awal dari semua individu yang berperan di dunia ini. Jika kita membahas tentang keluarga maka sebenarnya keluarga siapakah yang paling harus kita contoh karena keluarga tersebut sangat indah dan bahagia? Jawabannya adalah keluarga para nabi dan rasul dan tepatnya keluarga rasul kita yaitu keluarga Nabi Muhammad SAW.
Keluarga Nabi Muhammad SAW sangatlah SAKINAH MAWADDAH WA RAHMAH". Dan siapa saja yang ingin mempunyai keluarga seperti keluarganya Nabi maka kita juga harus tahu dulu bagaimana sih awal membentuk keluarga yang baik? Nabi Muhammad SAW adalah seorang anak yang berasal dari sepasang suami istri yang pilihan. Ayahnya bernama Abdullah adalah anak dari pemimpin yang baik dan sangatlah menjaga dirinya serta keluarganya dari perbuatan buruk. Sedangkan ibunya bernama Siti Aminah adalah putri pemimpin dari kaum zahrah yang sangatlah termuka dan sangat dihormati.
Dari kedua orang tua beliau kita bisa belajar bahwa kita harus menjaga perilaku kita dari perilaku buruk.
Dan setelah dari orang tua, mari kita melihat istri beliau yaitu Siti Khodijah. Siti Khodijah adalah seorang janda yang kaya raya namun juga seorang yang sangatlah menjaga dirinya dengan baik. Siti Khodijah sangatlah menjadi primadona bagi kaum Quraisy. Beliau sangatlah kaya dan baik bagi siapapun.
Setelah Nabi Muhammad dan Siti Khodijah bersama mereka saling menguatkan satu dengan yang lainnya. Satu keluarga bersama menyiarkan Islam dengan sepenuh hati dengan merelakan semua yang dimiliki.
Apakah hanya keluarga nabi saja yang bisa kita panuti. Ternyata tidak. Ada keluarga dari keluarga yang biasa di Al Qur'an yang bisa jadi panutan juga. Keluarga itu yaitu "Keluarga Imron" atau sering kita sebut nama surat ketiga yaitu surat "ALI IMRON".
Di sini kita dapat menyontoh kepada keluarga IMRON, bagaimana keluarga biasa dapat menjadi contoh di Al Qur'an? ternyata keluarga IMRON mempunyai niatan baik dan menyatakannya dengan suatu nadzar untuk anaknya di dalam kandungan. Dalam surat Ali Imron ayat 36, istri Imron pasrah dengan semuanya kepada Allah seperti berikut artinya : Maka tatkala isteri 'Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: "Ya Tuhanku, sesunguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk"(Q.S Ali Imron Ayat 36).
Maka kita juga bisa mengikuti jejak Keluarga Imron untuk menginspirasi kita menjadi keluarga yang dapat menjadi panutan selain keluarga para nabi.
Hubungan keluarga yang baik dengan masyarakat adalah menjadikan contoh ke siapa saja yang ada di masyarakat tersebut. Maka jika kita ingin mengubah bangsa, marilah kita awali dengan membangun masyarakat. Dan sebelum membangun masyarakat yang baik, marilah kita bangun keluarga yang baik. Dan sebelum membangun keluarga yang baik pula, marilah kita bangun diri kita menjadi baik. Maka kita dapat simpulkan bahwa bangsa yang baik akan terbangun dari kita yang mengawali menjadi lebih baik dan jangan lupa kita juga harus tetap berdoa kepada Allah agar semua kerja keras kita dan doa kita di kabulkan oleh-Nya. AMIIN..
Bagaimana menurut saudara ? apakah tetap menjadi ala kadarnya apa ingin menjadi individu yang lebih baik untuk bangsa yang lebih baik?
0 comments:
Post a Comment