SEKOLAH YANG IDEAL
1. Visi dan misi menjadikan siswa siap menghadapi tantangan zaman dan
mempunyai akhlak yang mulia
Sekolah yang baik adalah sekolah yang memiliki visi-misi pendidikan Islam
yaitu: membentuk kepribadian Islam; menanamkan tsaqafah islamiyah;
memberikan bekal pengua-saan sains dan teknologi yang diperlukan dalam
mengurusi kehidupan; menyediakan lingkungan bagi pengembangan diri siswa dalam
rangka menjadi pengemban dakwah dan generasi pemimpin umat (lil muttaqina
imama). Sekolah harus menjadikan siswa siap menghadapi tantangan zaman dan
menjadi mutiara Islam di tengah gempuran budaya Barat.
2. Manajemen sekolah mempunyai program-program yang menunjang kemajuan anak
siswanya menjadi siswa
siap menghadapi tantangan zaman dan mempunyai akhlak yang mulia
Sekolah yang baik memiliki manajemen yang baik dalam proses kegiatan
pembelajaran di kelas, pelaksanaan dan pengawasan tata tertib yang baik,
standar keberhasilan yang terukur, kegiatan esktrakurikuler keagamaan dan umum
yang menunjang keterampilan para anak didik.
3. Kurikulum
pembelajaran yang mengarah
pada tercapainya visi dan misi tadi
Kurikulum bisa dikatakan sebagai jantungnya pendidikan. Sekolah yang baik
memiliki kurikulum yang mengarah pada tercapainya visi dan misi tadi.
4. Sumberdaya manusia yang profesional adalah orang-orang yang memiliki kafa’ah
(kemampuan, kapabilitas), himmah (etos kerja) dan sikap amanah (tanggung
jawab).
Profesionalisme SDM sekolah sangat menentukan keberhasilan proses
belajar-mengajar di sekolah. SDM yang profesional adalah orang-orang yang
memiliki kafa’ah (kemampuan, kapabilitas), himmah (etos kerja)
dan sikap amanah (tanggung jawab). SDM yang dimaksud adalah semua orang yang
terlibat dalam kegiatan di sekolah mulai dari kepala sekolah, guru, staf
administrasi, sopir jemputan, sampai tenaga kebersihan dan penjaga sekolah.
Mereka adalah orang-orang yang akan berinteraksi dengan anak sehingga merupakan
salah satu komponen lingkungan yang akan mempengaruhi perkembangan dan
pendidikan anak. Baik-buruknya ucapan dan perilaku mereka akan menjadi contoh
hidup bagi anak-anak. Di antara SDM tersebut yang paling banyak dan sering
berhubungan dengan anak adalah guru. Karena itu, selain harus berkepribadian
Islam, guru haruslah memiliki ghirah keislaman dan ideologis.
5. Tata tertib yang selalu diimplikasikan dalam sehari-hari.
Disiplin adalah salah satu aspek penting yang menunjukkan sekolah mempunyai
kegiatan belajar-mengajar (KBM) yang baik dan berkualitas. Sebaik apapun
visi-misi yang sudah ditetapkan, selengkap apapun kurikulum yang sudah diadopsi
sekolah, atau sekalipun sekolah tersebut didukung oleh SDM yang profesional,
apabila disiplin sekolah tidak dilaksanakan secara optimal, maka sekolah
tersebut tidak akan mampu menghantarkan anak-anak didiknya ke gerbang kesuksesan.
6. Lingkungan sekolah yang aman, nyaman dan menunjang pembelajaran.
Lingkungan sekolah yang baik adalah kondisi yang aman dan nyaman bagi
Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Sekolah yang nyaman adalah tempat yang jauh
dari kegaduhan dan hiruk-pikuk; bebas dari makanan yang tidak halal dan tidak
sehat; terhindar dari tindak kekerasan dan intimidasi. Suasana itu pun haruslah
memacu kreativitas dan inovasi siswa dalam nuansa yang penuh kasih sayang dan
rasa tanggung jawab.
Sinergi Orangtua dan Sekolah
Sekolah yang
baik akan senantiasa memberitahukan perkembangan anak di sekolah secara kontinu
dan berkala kepada pihak orangtua. Orangtua yang bertanggung jawab juga harus
pro aktif mencari informasi dari pihak sekolah tentang keadaan anak. Sinergi
yang baik akan menjauhkan sikap saling mengandalkan atau melimpahkan tanggung
jawab kepada pihak lain, juga akan menghindarkan kondisi saling menyalahkan
ketika terjadi kasus yang tidak dikehendaki. Jika ada masalah pada anak maka
akan segera dikomunikasikan oleh pihak orangtua ke sekolah dan sebaliknya
sehingga masalah akan segera ada jalan keluarnya dan tidak berlarut-larut.
Dalam kondisi
yang jauh dari sistem Islam seperti yang sedang terjadi dewasa ini, kadang
orangtua dihadapkan pada beberapa kendala sehingga tidak dapat memperoleh
sekolah seperti itu. Pada saat seperti ini orangtua harus kembali pada
pemahaman awal tentang proses pendidikan yang integral antara pihak orangtua,
sekolah dan lingkungan. Ketika sekolah dan lingkungan sangat jauh dari kriteria
yang ideal maka konsekuensinya orangtua harus siap mem-back up;
menyempurnakan yang kurang; mengganti dan menghilangkan yang salah; dan
mengokohkan yang benar. Tentu kondisi ini sangat berat, terutama bagi orangtua
yang memiliki kegiatan lain yang sama-sama penting bahkan boleh jadi sama-sama
wajib seperti aktivitas mengemban dakwah Islam. Rasa berat ini tentu bukan
alasan untuk melakukan pengabaian salah satu kewajiban atau menjalankannya
dengan tidak optimal. Tidak ada pilihan dalam pekerjaan yang sama-sama wajib. Semuanya
harus dilaksanakan sebaik mungkin.
Sungguh, beban
berat ini semestinya semakin menyadarkan kita semua, bahwa tidak mungkin
mewujudkan pendidikan yang ideal dalam sistem yang salah. Yang ideal pastinya
hanya ada dalam sistem pendidikan Islam yang diperuntukkan bagi kebaikan hidup
peradaban manusia di dunia. Tanpa sistem pendidikan Islam dalam sistem Khilafah
kebangkitan umat hanya semu belaka. Keadaan ini pun tidak akan menyurutkan
keyakinan dan optimisme kita dalam mendidik anak. Yang sangat penting adalah
kondisi sekarang harusnya mendorong kita untuk semakin sungguh-sungguh dalam
perjuangan untuk mengembalikan sistem Khilafah yang akan mewujudkan pendidikan
ideal.
0 comments:
Post a Comment