24 Sept 2014

sekolah yang ideal



SEKOLAH YANG IDEAL
1.     Visi dan misi menjadikan siswa siap menghadapi tantangan zaman dan mempunyai akhlak yang mulia
Sekolah yang baik adalah sekolah yang memiliki visi-misi pendidikan Islam yaitu: membentuk kepribadian Islam; menanamkan tsaqafah islamiyah; memberikan bekal pengua-saan sains dan teknologi yang diperlukan dalam mengurusi kehidupan; menyediakan lingkungan bagi pengembangan diri siswa dalam rangka menjadi pengemban dakwah dan generasi pemimpin umat (lil muttaqina imama). Sekolah harus menjadikan siswa siap menghadapi tantangan zaman dan menjadi mutiara Islam di tengah gempuran budaya Barat.
2.     Manajemen sekolah mempunyai program-program yang menunjang kemajuan anak siswanya  menjadi siswa siap menghadapi tantangan zaman dan mempunyai akhlak yang mulia
Sekolah yang baik memiliki manajemen yang baik dalam proses kegiatan pembelajaran di kelas, pelaksanaan dan pengawasan tata tertib yang baik, standar keberhasilan yang terukur, kegiatan esktrakurikuler keagamaan dan umum yang menunjang keterampilan para anak didik.
3.   Kurikulum pembelajaran yang mengarah pada tercapainya visi dan misi tadi
Kurikulum bisa dikatakan sebagai jantungnya pendidikan. Sekolah yang baik memiliki kurikulum yang mengarah pada tercapainya visi dan misi tadi.
4. Sumberdaya manusia yang profesional adalah orang-orang yang memiliki kafa’ah (kemampuan, kapabilitas), himmah (etos kerja) dan sikap amanah (tanggung jawab).
Profesionalisme SDM sekolah sangat menentukan keberhasilan proses belajar-mengajar di sekolah. SDM yang profesional adalah orang-orang yang memiliki kafa’ah (kemampuan, kapabilitas), himmah (etos kerja) dan sikap amanah (tanggung jawab). SDM yang dimaksud adalah semua orang yang terlibat dalam kegiatan di sekolah mulai dari kepala sekolah, guru, staf administrasi, sopir jemputan, sampai tenaga kebersihan dan penjaga sekolah. Mereka adalah orang-orang yang akan berinteraksi dengan anak sehingga merupakan salah satu komponen lingkungan yang akan mempengaruhi perkembangan dan pendidikan anak. Baik-buruknya ucapan dan perilaku mereka akan menjadi contoh hidup bagi anak-anak. Di antara SDM tersebut yang paling banyak dan sering berhubungan dengan anak adalah guru. Karena itu, selain harus berkepribadian Islam, guru haruslah memiliki ghirah keislaman dan ideologis.

5. Tata tertib
yang selalu diimplikasikan dalam sehari-hari.
Disiplin adalah salah satu aspek penting yang menunjukkan sekolah mempunyai kegiatan belajar-mengajar (KBM) yang baik dan berkualitas. Sebaik apapun visi-misi yang sudah ditetapkan, selengkap apapun kurikulum yang sudah diadopsi sekolah, atau sekalipun sekolah tersebut didukung oleh SDM yang profesional, apabila disiplin sekolah tidak dilaksanakan secara optimal, maka sekolah tersebut tidak akan mampu menghantarkan anak-anak didiknya ke gerbang kesuksesan.

6. Lingkungan sekolah
yang aman, nyaman dan menunjang pembelajaran.
Lingkungan sekolah yang baik adalah kondisi yang aman dan nyaman bagi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Sekolah yang nyaman adalah tempat yang jauh dari kegaduhan dan hiruk-pikuk; bebas dari makanan yang tidak halal dan tidak sehat; terhindar dari tindak kekerasan dan intimidasi. Suasana itu pun haruslah memacu kreativitas dan inovasi siswa dalam nuansa yang penuh kasih sayang dan rasa tanggung jawab.

Sinergi Orangtua dan Sekolah
Sekolah yang baik akan senantiasa memberitahukan perkembangan anak di sekolah secara kontinu dan berkala kepada pihak orangtua. Orangtua yang bertanggung jawab juga harus pro aktif mencari informasi dari pihak sekolah tentang keadaan anak. Sinergi yang baik akan menjauhkan sikap saling mengandalkan atau melimpahkan tanggung jawab kepada pihak lain, juga akan menghindarkan kondisi saling menyalahkan ketika terjadi kasus yang tidak dikehendaki. Jika ada masalah pada anak maka akan segera dikomunikasikan oleh pihak orangtua ke sekolah dan sebaliknya sehingga masalah akan segera ada jalan keluarnya dan tidak berlarut-larut.
Dalam kondisi yang jauh dari sistem Islam seperti yang sedang terjadi dewasa ini, kadang orangtua dihadapkan pada beberapa kendala sehingga tidak dapat memperoleh sekolah seperti itu. Pada saat seperti ini orangtua harus kembali pada pemahaman awal tentang proses pendidikan yang integral antara pihak orangtua, sekolah dan lingkungan. Ketika sekolah dan lingkungan sangat jauh dari kriteria yang ideal maka konsekuensinya orangtua harus siap mem-back up; menyempurnakan yang kurang; mengganti dan menghilangkan yang salah; dan mengokohkan yang benar. Tentu kondisi ini sangat berat, terutama bagi orangtua yang memiliki kegiatan lain yang sama-sama penting bahkan boleh jadi sama-sama wajib seperti aktivitas mengemban dakwah Islam. Rasa berat ini tentu bukan alasan untuk melakukan pengabaian salah satu kewajiban atau menjalankannya dengan tidak optimal. Tidak ada pilihan dalam pekerjaan yang sama-sama wajib. Semuanya harus dilaksanakan sebaik mungkin.
Sungguh, beban berat ini semestinya semakin menyadarkan kita semua, bahwa tidak mungkin mewujudkan pendidikan yang ideal dalam sistem yang salah. Yang ideal pastinya hanya ada dalam sistem pendidikan Islam yang diperuntukkan bagi kebaikan hidup peradaban manusia di dunia. Tanpa sistem pendidikan Islam dalam sistem Khilafah kebangkitan umat hanya semu belaka. Keadaan ini pun tidak akan menyurutkan keyakinan dan optimisme kita dalam mendidik anak. Yang sangat penting adalah kondisi sekarang harusnya mendorong kita untuk semakin sungguh-sungguh dalam perjuangan untuk mengembalikan sistem Khilafah yang akan mewujudkan pendidikan ideal.

0 comments:

Post a Comment

AHMAD ZAINUL MUHTARAN. Powered by Blogger.

About

Blogger news