STKIP Al Hikmah: Solusi Bangsa
Dilihat dari kemampuan berpikir tingkat tinggi dan problem solving, penduduk Indonesia berada di urutan ke-38 dari total 74 negara, menurut data Global Competitive Index (GCI) periode 2013-2014. Data tersebut menunjukan tentang rendahnya kemampuan berpikir tingkat tinggi penduduk Indonesia. Inilah salah satu permasalahan besar di Negara yang mempunyai sumber daya alam yang melimpah ini.
Dilihat dari kemampuan berpikir tingkat tinggi dan problem solving, penduduk Indonesia berada di urutan ke-38 dari total 74 negara, menurut data Global Competitive Index (GCI) periode 2013-2014. Data tersebut menunjukan tentang rendahnya kemampuan berpikir tingkat tinggi penduduk Indonesia. Inilah salah satu permasalahan besar di Negara yang mempunyai sumber daya alam yang melimpah ini.
Rabu (10/9), Sekretaris Pelaksana
Kopertis VII, Prof. DR. Ali Maksum melihat bahwa STKIP Al Hikmah bisa
menjadi bagian dari solusi permasalahan tersebut. Berberapa indikasinya
antara lain; Input mahasiswa yang berkualitas dengan melalui 4 tahap ujian, adanya Pembekalan Mahasiswa Baru (Pembaharu) selama 1 bulan, rasio
jumlah dosen dan mahasiswa yang ideal. Di samping itu terdapat program
‘guru-mentor’ dimana mahasiswa dilatih menjadi guru di sekolah
laboratorium SMP-SMA Al Hikmah. Pengembangan diri guru dengan bekal
budaya belajar dan membaca, akan menanamkan kesan masyarakat bahwa,
mahasiswa STKIP Al Hikmah identik dengan belajar dan membaca.
Beberapa indikasi diatas yang didukung dengan konsep integrasi
kampus-pondok, merupakan proses yang akan membentuk para mahasiswa
STKIP Al Hikmah menjadi guru-guru pejuang abad 21. Mereka memiliki
ciri-ciri; ‘ubudiyyah bagus, akhlak karimah, rasa
nasionalime tinggi, mental tangguh dan profesionalisme. Sehingga pelan
tapi pasti, Negara ini akan bangkit dan bersaing dengan negara-negara
‘maju’ di dunia, khususnya dalam pembenahan kemampuan berpikir tingkat
tinggi dan problem solving penduduk Indonesia. (Adi El-Jihady)
0 comments:
Post a Comment